skip to main | skip to sidebar

♥ Tentang Kami ♥

Foto saya
Keluarga Kecil Hidayat
Cerita ini untuk anak-anakku tersayang, cerita tentang masa-masa emas waktu kecil, supaya mereka selalu ingat kalau Bunda dan Ayah selalu sayang mas Arka, Iyai Argi dan adek Arza..♥
Lihat profil lengkapku

♥ Tamu Kami ♥

♥ Translate ♥

♥ Daftar Isi ♥

  • ▼  2013 (2)
    • ▼  Juni (2)
      • Have fun @Pulau Beras Basah
      • Indahnya Bontang : Marina Beach
  • ►  2012 (10)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2011 (26)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (7)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (11)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2010 (60)
    • ►  Desember (10)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (7)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (11)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2009 (35)
    • ►  Desember (8)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
  • ►  2008 (57)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (10)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (6)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2007 (20)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2006 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2005 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2004 (4)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (2)

♥ Cerita Kami ♥

  • Arkagi (78)
  • Arkagiza (8)
  • Artikel (29)
  • Ayah Euro Trip (7)
  • Cerita Bunda (17)
  • Dapur Bunda (16)
  • Haji 2010 (8)
  • Hidayat's Family (26)
  • Liburan 2011 (4)
  • Raisba Rahman (2)
  • Risiniti Hasbullah (6)
  • Ulasan Bunda (14)

Cerita untuk Taratugang

Tampilkan postingan dengan label Ulasan Bunda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulasan Bunda. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

When Mom Tells Her Story


Penulis : Komunitas Menulis Kalbu PWP KND PT.Badak NGL Bontang
Editor : Vini Irfan Hidayat, Maria Olfa
Penerbit : Rie-View
ISBN : 978-602-98912-1-8

When Mom Tells Her Story adalah kumpulan kisah-kisah nyata yang dibagi dalam 3 genre, yaitu Goresan Rahasia Kehidupan, Goresan Cinta Bunda dan Goresan Pernik Kehidupan yang terangkum dalam 18 kisah.

Buku yang berisi kisah-kisah indah tentang kebaikan dan ketegaran yang bisa memberikan Pelajaran berharga untuk pembacanya ini bisa dijadikan hadiah terindah lho untuk orang-orang tersayang.

Salah satunya adalah kisah Teh Inong yang berjudul Always On My Mind, yang bercerita tentang luka lama yang kembali terkuak saat melihat seorang teman kehilangan buah hatinya, bagaimana membesarkan hati dan menerima kuasa Allah ini dengan penuh iklas.

Sahabatku, anak-anak kita seusia, walaupun Allah mengambil mereka pada saat yang berbeda, Aku tahu, aku pernah merasakannya. Kamu pasti bisa, kamu pasti kuat melewatinya, karena kita adalah wanita-wanita pilihan Allah yang diberi kekuatan untuk menghadapi musibah ini, kekuatan kita adalah kesabaran dan keikhalasan dalam menghadapinya.
Ada juga kisah Siriz yang menggelitik berjudul Tetangga, berisi cerita suka-duka bertetangga yang memang banyak pernak-perniknya.

Aku memang sadar, Islam mengajarkan untuk rukun terhadap tetangga. Bagaimana jika aku meninggal atau rumah kebakaran atau tertimpa suatu musibah? Pasti yang menolong duluan adalah tetanggaku. Suamiku ada dikantor, keluargaku baru akan datang setelah 20 menit. Suatu saat aku pasti aku butuh bantuannya. Jika aku terus bermusuhan pasti aku dosa.
Selain itu ada kisah Vini yang berjudul 29 Bulan Menyusui Argi, yang berisi cerita tentang perjuangan memberikan ASI kepada anak keduanya.

Satu masalah teratasi, timbul masalah lain, saat usia Argi 8 bulan payudaraku bengkak, bernanah dan berdarah! Mungkin karena Argi mulai tumbuh gigi jadi suka gigit-gigit. Aku jadi ngeri setiap melihat Argi membuka mulut mulai menangis mau menyusu. Kata beberapa teman “sudah deh, disapih saja toh sudah lewat 6 bulan” tapi aku tidak tega mendengar tangisannya, jadi walaupun terasa sangat perih dan sakit aku tetap menyusuinya.
Masih banyak lagi kisah-kisah menarik lainnya tentang kebaikan dan ketegaran hati yang menghiasi halaman-halaman buku ini

Biar tidak penasaran, hayoo segera di pesan buku ini sebelum kehabisan...

Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 10.25 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Mie Ayam

Bunda sangat suka dengan jajanan satu ini.
Dari yang javanese style dengan kuah manis mirip semur, bangka style, chinese style sampe style-style lainnya pokoknya berjudul mie ayam hayyoookk pastilah Bunda makan.

Inget banget pertama kali Bunda berkenalan dengan mie ayam ini karena Puji, sahabat Bunda waktu SMP yang suka traktir mie ini. Iya di traktir, la wong jaman SMP Bunda gak dapet uang jajan, kalau mau jajanpun harus berhemat ongkos angkot beberapa hari, baru deh bisa menikmati mie ayam prapatan yang rasanya aduhai.. :)

Dan walaupun banyak isue miring tentang jajanan satu ini Bunda tetep keukeuh cinta mati, konon isue ini bergulir karena mie ayam banyak memakai daging yang misterius, entah daging ayam beneran atau daging lainnya dan warna saosnyapun sama misterius dengan dagingnya, gak taulah isinya apa yang penting bismillah pas mau makan ha ha ha... yang penting di cek mie ayam ini halal atau nggak, soalnya yang chinese style suka gak halal euy..

Tukang mie ayam favorit Bunda tuh ada di PSr. Tebet, namanya Mie Yunus, mantep, enaaaakkk banget! Udah gitu dia juga jualan pastel yang manteep juga.. cocok! Agak masuk kedalamnya juga ada mie ayam enak, lupa namanya pokoknya deket tukang beras.. mbak Selvi teman sekantor Bunda dulu sih yang suka ngajak makan disini.. :)

Juara keduanya adalah mie ayam yang di pasar Mayestik lantai 2..mienya bikin sendiri, kecil-kecil tapi bersih.

Trus juga mie ayam di Warung Buncit.. nyam-nyam.. ini juga bikin lidah bergoyang nih..

ada juga mie ayam yang di pasar Cikini.. dan di depan STIE Trisakti di grogol dan di Slipi belakang Slipi Jaya, mie ayamnya enaaakkk...

Lalu ada mie ayam prapatan Rawalele sebagai idola Bunda sejak kecil.... mie ayam ini javanese style, daging ayamnya di bikin semur yang manis..

ada juga mie Ayam di Komplek taman Kota, duh, lupa namanya mie apa ya? Kayaknya Mie ayam mas Barja gitu deh namanya, pokoknya dulu gerobaknya warna kuning, kalau gerobak pink atau biru STD mie-nya..

Oiya, mie ayam nya es teller 77 juga enaakk tuh.. he he he..

Kalau di Bontang sayangnya Bunda belum nemu mie ayam yang mantep surantep.. ada mie ayamnya bu Waty Kamto yang bangka style, ada mie ayam Genteng yang chinese style, ada mie ayam tojasera yang javanese style, tapi semua masih std saja menurut Bunda mah.. untuk ukuran Bontang, lumayan lah, belum nemu yang lebih wokeh dari mereka soalnya.. :)

Dan sayangnya, Bunda berkali-kali coba resep mie ayam belum nemu yang mantep juga.. duh, nasiib.. nunggu ke JKT dulu deh baru bisa makan mie ayam enak...

Mie Yunusss.. wait for meeeeeee...
Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 08.54 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Senin, 09 Mei 2011

DIbalik layar : WMTHS



Alhamdulillah buku perdana ini akhirnya selesai di cetak juga. Berdebar-debar hati Bunda waktu menerima paket dari mas Qory duuh, gimana bentuk bukunya? Takut gak bagus, takut gak sesuai selera.


Iya Bunda sedikit takut karena walau bagaimanapun Bunda yang diembani tugas buat memoles buku ini dan berhubungan langsung dengan mas Qory. Dari jenis kertas, finishing sampai warna pita untuk pembatasnya pun Bunda yang menentukan. Iya, soalnya kalau hal remeh temeh ini di lempar ke forum Kalbu bisa-bisa gak selesai deh bukunya. Maklum ada banyak kepala yang terlibat disini.


Dan.. taaddaaaa.. alhamdulillah finishingnya elegan dengan desaign yang bagus.


Terbayar sudah berhari-hari melototin komputer untuk mencek tulisan teman-teman, terbayar sudah berhari-hari khawatir takut ada tulisan teman-teman Kalbu yang terlewat kata-katanya, terbayar sudah berhari-hari menunggu masukan hasil diskusi dengan teman-teman Kalbu di group untuk buku ini, terbayar sudah berhari-hari berdiskusi mengenai jenis kertas dan jenis huruf dengan mas Qory, terbayar sudah berhari-hari BBM-an dengan mas Qory untuk detail-detail bukunya.. ooh.. *sambil mengusap sampul buku ini* hasilnya indah sekali.. *narsis tingkat tinggi ha ha ha*


Seneng banget akhirnya buku yang menjadi impian ini akhirnya terwujud nyata.


Mimpi disiang bolong suatu hari di rumah bu Winny, mimpi yang hampir mustahil bisa di wujudkan oleh ibu rumah tangga seperti Bunda, mimpi menggabungkan karya tulis 'ecek-ecek' Bunda dan teman-teman menjadi sebuah buku.


Dan setelah hampir setahun lebih kita bermimpi bersama, akhirnya buku ini ada disini, dengan nama Bunda sebagai editor, dengan nama Bunda sebagai salah satu penulisnya. Bangga, sangat bangga.


Semoga buku ini bermanfaat bagi pembacanya, semoga anak-anak Bunda bisa mencontoh hal baik ini dan mulai menulis. Hayuukk mulai menulis.. !

Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 08.12 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Sabtu, 27 Februari 2010

Lumbung Resto at Samarinda


Wisata kuliner di Samarinda. Kemana? Ya ke Lumbung Resto aja di Jl. Ahmad Yani...

Walaupun banyak banget tempat makan seafood di Samarinda, tapi tempat yang nyaman untuk bawa anak-anak ya ini salah satunya.

Konsepnya seperti di Bali, dari lay out, design indoornya, design tamannya sampai musiknya pun terdengar sayup-sayup gamelan Bali.

Menu yang ditawarkan juga beragam, dan kelihatannya semua enak ha..ha..

Bunda sampai bingung memilih menu, akhirnya sepakat dipilih Gurame Goreng ala Lumbung (Ikannya di goreng tegak berdiri dan diselimuti tepung garing yang bentuknya seperti jaring), lalu pesan Tumis Buncis (wuiidiihh.. ternyata tumis buncisnya mantap tenan rek), cumi goreng tepung dan kentang goreng. Dan semua menu ini habis bis dalam sekejap.. enak! Guramenya garing betul dan gurih, buncisnya seperti sudah bunda bilang mantaappp... ♥


Untuk minumannya Bunda pilih es Campur ala Lumbung yang sumpah mati es campur ini segeeeerrr banget.. mak nyus laahh... ^^ Kalau Ayah dan mas Arka serta dede Argi pilihnya yang standard aja, es kelapa muda dan es jeruk serta air mineral jadi gak bisa di review lah, la wong rasanya pasti gitu2 aja toh? Hihihihi.....


Restoran ini buka dari jam 11 siang sampai jam 11.30 malam, tapi istirahat alias tutup jam 3 sore. Tempat makannya ada 3 ruang, kita bebas pilih, mau yang lesehan, yang duduk di hall atau di taman. Paling asik sih lesehan dan di taman, tempatnya romantis banget, sejuk karena sesekali ada semburan uap air yang bikin udara jadi dingin. Katanya sih kalau malam Minggu ada acara Live Musik-nya juga lho..


Pokoknya tempat makan ini disarankan banget untuk di kunjungi kalau jalan-jalan ke Samarinda.. *ppssssttt, Bunda bukan salesnya Lumbung Resto lhoo...*

Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 15.46 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Sabtu, 02 Januari 2010

Little Singapore

Ini bukan di Singapore, patung Marlion kecil ini ada dipelosok pulau Kalimantan. Tepatnya berada di Tanjung Laut, kota Bontang Kalimantan Timur.

Salah satu tempat tujuan wisata di Bontang sini. Tempatnya enak, menghadap laut dengan rumah makan yang meja-kursinya berada diatas lantai kayu yang terapung menjorok kelaut.
Suasana sore hari selalu ramai, tua-muda, keluarga atau berpasangan suka datang kesini. Pemandangannya damai banget, laut dengan langit birunya.

Sayang seribu sayang, rumah makan Tanjung Laut ini tidak menyediakan menu yang spektakuler. Menunya standar banget dengan quality low level.. ngertikan maksudnya?


Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 14.04 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Selasa, 18 Agustus 2009

Buku : Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara
Oleh : A. Fuadi

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang menjadi rusak karena diam tertahan,
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tidak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan..
Imam Syafi’i
==================================================
Itu adalah kutipan prolog sajak dari pujangga islam yang terkenal, Imam Syafi’I yang menjadi prolog novel Negeri 5 Menara ini. Menurut Bunda novel ini banyak mengandung pesan moral. Ceritanya tentang seorang pemuda bernama Alif Fikri yang baru lulus Tsanawiyah (sekolah agama islam setingkat SMP) di Maninjau, Sumatera Barat. Dia bercita-cita untuk melanjutkan sekolah ke SMA dan masuk ke perguruan tinggi, ia tidak mau melanjutkan sekolah agama lagi. Namun, Amak, Bunda-nya Alif, tidak sependapat dengan keinginan Alif ini. Terjadilah perang batin di diri Alif, antara mau mengikuti keinginannya masuk SMA hingga perguruan tinggi atau dengan mengikuti keinginan Amaknya.
Akhirnya Alif mengalah, terpaksa ia mengikuti keinginan Amaknya untuk melanjutkan sekolah agama lagi, namun kali ini bukan di Sumatera Barat, melainkan di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur, Pondok Madani – PM, namanya (berasosiasi pada pondok pesantren Gontor). Pada awal mengikuti kegiatan dan sistem pengajaran di Pondok Madani, Alif merasa setengah hati. Ia merasa bukan tempatnya berada disitu, bahkan terkadang ia iri dengan temannya yang bersekolah di SMA. Namun seiring berjalannya waktu, rasa itu mulai pudar, dia mulai mengikuti sistem pengajaran yang sarat akan ilmu, aturan, dan pandangan mengenai kehidupan.
Pertama masuk, murid baru dikumpulkan di sebuah Aula, dan seorang Ustad bernama Ustad Salman berteriak lantang di depan “Man Jadda Wajada” – Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Semboyan ini juga yang ternyata menjadi inti dari novel ini.
Alif menemukan 5 sahabat dari berbagai wilayah di Indonesia, sebut saja Atang dari Bandung, Said dari Surabaya, Baso dari Gowa ; Sulawesi, Raja dari Medan, dan Dulmajid dari Madura. Dari latar belakang yang berbeda ini akhirnya ke enam orang ini menjadi sahabat baik, sangat baik bahkan. Keenam sahabat ini setiap sorenya, antara waktu istirahat sore dan adzan maghrib sering menghabiskan waktu memandang matahari tenggelam di bawah menara masjid besar yang dimiliki Pondok Madani. Untuk itulah mereka dijuluki sebagai Sahibul Menara – Pemilik Menara.
Dibawah bayang-bayang menara, mereka berenam sering berbicara mengenai impian mereka masing-masing. Seperti Alif yang punya mimpi untuk menjejakkan kaki di negeri Colombus, Amerika yang penuh dengan hal-hal hebat. Raja yang terobsesi dengan daratan Eropa, terutama negeri Inggris. Atang dan Baso yang berangan-angan dengan Timur Tengah dan Afrika, terutama Mesir, negeri nabi Musa a.s. Sedangkan Said dan Dulmajid yang bercita-cita memajukan bangsanya sendiri dengan berkarya di dalam negeri sendiri.
Novel ini, selain berisikan tentang pencapaian sebuah impian, juga berisikan sangat banyak pesan moral dan pandangan tentang kehidupan dari kacamata islam, namun bukan islam yang skeptis, namun islam yang berlandaskan pada Al-Quran. Pesan-pesan moral yang dikandung dalam novel ini kebanyakan dikemas dalam aktivitas sehari-hari yang dialami Alif hingga dia lulus dari Pondok Madani ^^
Novel ini juga bercerita tentang bagaimana sebuah hal kecil dapat membuat sesuatu yang besar, kedisiplinan. Tidak ada yang pandang bulu mengenai peraturan. Peraturan itu ada, dilaksanakan dan yang melanggar harus ditindak, tidak pandang bulu. Seperti Bunda selalu bilang, peraturan itu ada memang untuk diikuti dan supaya segala sesuatunya teratur.
Banyak pesan moral yang dikandung dalam novel ini yang bisa menjadi bahan pemikiran kita dalam hidup. Masih ada bagian yang membahas mengenai keikhlasan, kerja-keras, setia kawan, dan masih banyak lagi. Ternyata kehidupan di pondok pesantren tidak sebegitu kaku, mengerikan, dan ketinggalan zaman seperti pandangan orang kebanyakan. Ternyata sistem pengajaran di pesantren menuntut para santrinya untuk selalu aware dan displin. Lihat saja Pondok Madani ini yang tidak membolehkan bahasa Indonesia menjadi bahasa sehari-harinya. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab.
Akhir tulisan, Bunda beli buku ini supaya anak-anak Bunda bisa membacanya dan mengambil petikan manfaat dari buku ini. Amin.
Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 21.20 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Sabtu, 12 Juli 2008

Bebek Goreng Kaleyo

Sejak semua nikah, kita sekeluarga (Raisba Rahman) emang jarang banget ngumpul. Semua sudah sibuk dengan keluarga masih-masing, kalo gak sibukpun pasti adaaaa aja yang berhalangan hadir (jadinya gak lengkap terus deh). Bisa dimaklum sih, anaknya aja ada 6 orang plus suami ato istri masing-masing plus cucu-cucu yang sudah mulai gede-gede yaa susaaahhh la yaw buat dikumpulin, kecuali ada acara yang penting banget. Tapi Sabtu ini alhamdulillah semua bisa dateng. Awalnya dari SMS auntie Mamey (tengkyu banget yaakkk) yang ngajak makan bebek goreng. Ayah tadinya gak bisa soalnya ada training didaerah Jatipadang, tapi makan-makan gitu loohh masa' ditolak, akhirnya diatur deh waktunya. Pagi-pagi kita mampir dulu di La Sara (toko bahan kue) beli kotak-kotak mika untuk Kukis pesenan tante Fika. Trus langsung meluncur ke rumah eyang. Dirumah Eyang ternyata sudah ada om Sony (yang lagi ditinggal tante Diasnya miting). Jam 1-an om Sony-nya meluncur jemput tante Dias, jam 1/2 2 -an Eyang pergi cari-cari genteng. Waks, Bunda, mas dan dede ditinggal jaga rumah . Boring juga dikit. Nunggu-nunggu-nunggu akhirnya Bude Rini beserta keluarga dateng disusul om Budi dan Tante Cristine, kemudian Om Arief beserta rombongan, magrib baru Ayah dateng, alhamdulillah. Setelah semua sholat magrib, baru kita semua meluncur menuju ke lokasi bebek goreng Kaleyo di Cempaka Putih, persis dibelakang Dwima (om Sony dan Om Aldi katanya mau nyusul). Ayah sempet salah jalan waktu di flyover dan jadinya marah-marah karena capek dan kelaperan habis pulang training. Sampe dilokasi masyaallah penuh banget, sempet ilfil liatnya suwer! Apalagi liat yang antri meja berjubel-jubel gitu haduuhhh pengen balik aja deh cari tempat yang lebih nyaman. Tapi liat Eyang-eyang udah duduk manis diposisi, apadaya, akhirnya Ayah cari parkir juga alhamdulillah gak jauh-jauh amat parkirnya, didepan optik (ketemu om Sony dan Tante Dias nih diparkiran) Fiiuuhh, penuh sesak, sumpek, antri, panas (sambil Bunda bayangin bebek goreng yang keras dan alot). Kita juga duduknya mencar-mencar. Untung ada pakde Arief yang sibuk atur-atur posisi dan menu, jadi kita bisa diduluin dehh (ya iyaa laa siapa coba yang berani ngadepin orang segini banyak he..he..) Bunda Lansung pesennya bebek cabe ijo, Ayah pesen bebek goreng. Nunggu-nunggu bentar ttrus jreng-jreng dateng deehh pesenannya. Waahh ternyata tampilannya asik nih. Bebek Cabe ijonya tuh ditaro dipiring dari anyaman rotan dan dialas daun pisang, plus lalapan. Rasanya? Nikmaattt, lezaatt, empuk, gurih dan bumbunya pas meresap!! Gak seperti bayangan Bunda tentang daging bebek yang keras dan alot , disini daging bebeknya empuk-puk gak pake susah gigitnya. Pokoknya endang badendang deehh suwerr! Ada hati ampelanya pula plus tahu goreng dan sambel mangga muda aduuhh lezzattoo. Tante Dias sampe gak ngobrol tuh makannya hi..hii Saking nikmatnya malah Bunda sempet sebel karena dede Arginya nangis kepanasan (duh, maaf ya dek bebeknya mengiurkan sekali seh, gak bisa ditinggal he..he..maaf-maaf..) Kalo pesenannya Ayah bebek goreng macem ayam goreng keremes gitu deh, sama di taro dipiring rotan juga plus alas daun pisang plus lalapan. Bunda gak nyobain, sibuk dengan bebek cabe ijonya Bunda yang maknyuss itu. By the way, Ayah ternyata habis 2 porsi bebek goreng plus nasi uduknya loh, hallahh.. laper beneran ato doyan hi..hi... kayaknya sih laper, la wong dari dijalan udah marah-marah gitu..(takut keabisan kali soalnya pake acara nyasar).
Eeeee, lagi asik-asiknya berpeluh keringet karena makan bebek, om Aldi beserta rombongan dateng. Ada Ilhan dan sikecil Fisa, aduuhh Fisa ikutan dibawa??!!! Untung dianya tidur nyenyak, jadi gak rewel, secara tempatnya gak asik banget buat bawa bayi-bayi. Alhamdulillah gak ada insiden yang berarti, semua kenyang semua senang. Eh, wait-wait, ada ding sedikit insiden, saking banyaknya yang dateng ingin makan bebek, minuman pesenan om Aldi, tante Fika, mbak Sipon dan Mbak Sur gak dateng-dateng. Padahal sambelnya si bebek puedesnya minta ampun, kebayangkan gimana muka mereka nunggu air minum?? Merah, kuning, ijo dilangit yang biruu hu..hu..hu.. Huh, untung ada Holland Bakery, bisa beli aqua disitu deh, sekalian ngadem, soalnya anak-anak (Arka, Argi dan Fatia) rewel kegerahan. Ssttt, ternyata kita ditraktir auntie Mamey loh!! (makasih again yaa..) Acara apa? Gak tau juga pilih aja salah satu ini :
1. Dalam Rangka merayakan Ulang tahunnya yang kesekian (met Ulang Tahun ya Mey, semoga panjang umur, murah rejeki, dan sehat selalu)
2. Dalam rangka merayakan diterimanya kembali jadi wanita karir (maksudnya traktiran gaji pertama kali ya?)
3. Dalam rangka syukuran mobil baru? Hmm..... atooo...
4. Dalam rangka merayakan Ulang Tahunnya Sony (Hah??? Gaaakkk mungkiiiiiinnn..........kabur aahhh!)
By the way, kita sekeluarga sempet foto-foto didepan Holland Bakery, semua ngumpul kecuali : Pak De Sabar, Kakak Farah & Kakak Ifa yang duluan nunggu dimobil (takut disuruh bayar yaa..?), Fisa gak keliatan padahal hadir (keliatan strollernya aja). Say cheeseee semuaaa.. klik! (makasih mbak Sur sudah jadi fotografer dadakan, hasilnya oke looh))
Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 19.10 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Jumat, 04 Juli 2008

Pelajaran dari Kung Fu Panda

Bagus nih, tapi Bunda gak tahu ini bersumber dari mana, dan Bunda pun belum nonton film ini, tapi worth to read dan ssttt Bunda jadi ingin nonton deyyy...
Pelajaran dari Film Kungfu Panda
Po , si Panda Jantan
Sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.
Saat menonton film animasi ini, akan diingatkan tentang beberapa hal:
1. The secret to be special is you have to believe you're special.
Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, "You just need to believe"
2. Teruslah kejar impianmu.
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, "kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present ( hadiah)." Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglahdi masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.
3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master Shi Fu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat.Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah Shi Fu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan rasa percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.
4. Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar,dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.
5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
Master Shi Fu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangannyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang dirisendiri/anak/ murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yangkeliru.
6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.
7. Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Intinya, apapun yang terjadi kita pasti selalu akan kembali pada keluarga. Saat sedih maupun saat senang. Berkat keluarga pula kita bisa semakin maju atau semakin terpuruk. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita? Karena dukungan yang baik akan membuat setiap anggota keluarga menjadi hebat dan spesial.
Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 10.35 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Senin, 21 April 2008

Situpatengan, Bandung Jawa Barat

Kemarin dari Mang Udjo, hari ini rencananya mau pulang. Sudah siap-siap packing baju-baju sudah rapi jali semua eee temen Ayah, Om Ahmad dateng ke Hotel. Sudah lama gak ketemu ngobrol sana-sini. Btw, om Ahmad ini yang bantuin Ayah dan Bunda bikin rumah kita sekarang lhoo..
Jadi kayak reuni gitu ketemuannya. Om Ahmad cerita beli rumah dideket hotel, rumahnya murah. Trus dibangun deh rumah baru. Waahhh, pasti rumahnya mirip-mirio villa peristirahatan ya?? Secara tempatnya sejuk banget dan enak banget buat istirahat. (kalo buat tempat tinggal fikir-fikir dulu deh, jauh kemana-mana soalnya)

Trus akhirnya diajak jalan-jalan ke Situ Patengan, katanya deket Hotel, tanggung udah sampe Ciwidey masa gak ke Situ Patengan katanya om Ahmad. Lalu mulai deh promosi tempat wisata itu. Katanya SItu Patengan itu danau yang ada di atas gunung.. waaahhh pasti indah yaa pemandangannya?

Ya wes, Bunda mah setuju banget konon cerita orang Situ Patengan itu tempatnya bagus banget untuk foto-foto hi..hi..


Ternyata tempat yang kita tuju ini jauuhhh pisan dari hotel. Kita ngelewatin kebun teh Ranca Bali dulu trus Kawasan Wisata Walini trus Kolam Air Panas Cimanggu then Kawah Putih aduuhhh lama banget euyyy..

Tapi perjalanan jauh gak terasa juga, pemandangannya alami banget, hijauuu jauu kiri kanan. Asriii sekali gak bakalan nemu deh pemandangan begini di Bekasi. Suwerrr.. apalagi udaranya sejuk-sejuk menggoda gituu dehh.. aduuhh jadi romantis..

Sesampainya di Situ Patengan Arka dan Argi seneng banget lihat air hijau terhampar gitu. Apalagi ada perahunya. Langsung deh kita naik perahu keliling danau. Kira-kira 30 menit yaa kelilingnya. Bayarnya kayaknya sih 100 rb-an gitu (maklum dibayarin jadi gak tauu)


Sudah keliling danau capek kali yaa Mas Arka minta jajan bakso. Tempatnya di pinggiran danau. Enak kali yaa dingin-dingin ng'bakso tapi Ayah, Bunda dan om Ahmad gak ikutan ngebakso cuman minum sekoteng aja. Srruuppp... aaahhh.. nikmaattt...
Dah deh trus rencana pulang ke Bekasi. Waiit.. waiitt ternyata om Ahmad maksa kita untuk mampir kerumahnya. Aduh, jadi gak enak. Mana Arka ngamuk-ngamuk lagi gak mau masuk kerumahnya. Kira-kira 30 menit masnya marah-marah gak mau masuk kerumah. Udah dibujuk-bujuk pake kue, mobil-mobilan de es be teteeup gak mempan. Ya udah deh Ayah dan Bunda pake jurus pamungkas aja, dicuekin! Berhasil! 5 menit setelah dicuekin masnya mulai beringsut turun dari tangga. Mulai deket-deket tempat kita ngobrol, apalagi ada kolam ikan yang penuh ikan hias ditamannya. Wahhh seneng deh dia, sampe lupa kalo abis ngamuk-ngamuk. Iyaa laa rumahnya bagus banget kayak villa di majalah-majalah. Menghadap kebukit, kalo dari luar kayak gak bertingkat pas masuk kedalem ternyata ada 4 level, hebatkan!

Sayang lupa gak foto-foto dirumahnya (gak enak hati seh alasan tepatnya, kayak yang norak banget gitu, malu)
Yang bikin malu satu lagi mah mas Arkanya jadi seneng banget dirumahnya Om Ahmad. Sibuk turun naik tangga, ngaduk-ngaduk kolam ikannya trus lari-larian , yang paling dahsyat mah mas Arka bolak-balik minta dibikinin kentang goreng dan sosis goreng!! Kayak yang punya rumah aja.
Syukur alhmadulillah Om Ahmadnya baiiikkk banget (ini juga sih yang bikin anak-anak betah). Pulangnya kita sekeluarga dibekelin Strawberry seger yang gendut-gendut dan merah-merah menggiurkan (petik dari kebun katanya), trus ikan hias untuk Arka & Argi. Sayang ikannya cuman bertahan 1 hari (padahal Ayah bela-belain sampe Bekasi mampir d Giant beli Aquarium lhoo)





Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 08.26 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Minggu, 20 April 2008

Rumah Sosis Bandung Jawa Barat

Teeett terreeereeetttt... akhirnya sampai juga ke Rumah Sosis yang kondang itu. Sempet kemaren Ayah dan Bunda bohongin mas Arka karena sudah terlalu sore untuk kerumah Sosis. Jadi sepulang dari nonton Angklung Mang Udjo kita langsung ke Cibiru, ketempat Emay Bandung. Mas Arka kecewa berat karena sudah ngidam makan sosis gede-gede.
Akal-akalan Bunda bilang aja kalo sore Rumah Sosis gedenya gak buka yang buka rumah sosis kecil alias Pizza HUT. Masnya antara percaya dan nggak trus waktu sampe di Pizza Hut masnya bilang 'Bunda inikan Pizza bukan rumah sosis' gak hilang akal Bunda bilang aja kalo di Bandung Rumah Sosis kecil itu Pizza Hut tapi kalo Rumah Sosis Besar besok baru buka.
Syukur Alhamdulillah masnya percaya (mungkin nggak juga sih, tapi masnya seneng kok dipesenin Pizza) hii.. hii..hii
Pagi-pagi jam 8-an sudah siap berangkat. Sempet salah jalan sih harusnya kita gak lewat lapangan Gazibu karena jadi pasar kaget kalo Minggu pagi yaahh jadi kejebak macet deehh.. Tapi gak papa bisa cuci mata dikit liat orang-orang abis olah raga (waallaahhh cuci mata apa-an, gak ada yang keren sey, semua belum mandi bau keringet kalee he..he

Anyway sampe di Rumah Sosis masih sepi, dapet parkir didalem. Trus langsung menuju rumah bermainnya. Ada badut sosisnya, dede Argi takut banget ngeliat badut gede bentuk sosis yang aneh. Kalo mas nya berani, dia mau salaman tapi gak mau foto huuu>
Sampe ditempat main langsung main gokart, lupa ya bayar berapa kayaknya Rp. 20,00.- deh per orang. Yang main mas Arka sama Ayah, lumayan lama juga keliling-keliling tempat becek ha..ha..ha.. lihat gak, helmnya mas Arka kegedean tuuhh.. tapi mas dan Ayahnya seneng banget balap-balapan gitu. Berasa jadi Kimi ya Ayah?? :D sementara itu Bunda, dede Argi dan mbak Sipon duduk manis nontonin pembalap dadakan kita. Untung bawa roti, jadi Bunda bisa sambil ngunyah-nguyah nunggunya. Sudah puas balapan lalu ke rumah Pohon, bayar Rp.20,000.- per anak tapi main sepuasnya. Dapet bonus es krim 2 rasa, lumayan buat yang nunggu :D

Dirumah pohon ini pertama-tama sijagoan-jagoan kecil lari-lari dengan riang gembira menuju tempat mandi bola (hah??? kok kesini seh? dirumahkan adaaa??) langsung terjun bebas nyemplung kedalem bola-bola itu. Sudah puas cekakakan sambil lempar-lempar bola mas dan dede beralih kerumah pohon. Tingginya 2 meteran kali ya, yang jelas Bunda ngeri juga naik keatasnya kalo bukan tuntutan fotografi (ciee) dan sayang anak gak mau deh Bunda naik katas.
Tapi mas Arka dan dede Argi emang T.O.P B.G.T mereka berani naik ketempat tinggi-tinggi, meluncur diperosotan yang ada lorong gelapnya, melewati titian jembatan yang goyang-goyang. Dede pertamanya takut loohh, lihat deh mukanya tegang banget. Tapi trus berhasil sampe ujung, keliatan seneeeeengggg sekali. Btw, dede sampe kebawa mimpi lho senengnya, waktu malemnya tidur dia ngigo gini nih : 'Budaa dede be'acill' (maksudnya Bunda dede berhasil)
Selesai panjat-panjat trus main jungkat-jungkit, mas Arka diujung satunya dede Argi sama Ayah.

Kata dede dan mas Arka 'up dawn up en dawn'. Yah, tapi main jungkat-jungkitnya cuman sebentar bosen kali. Mas dan dede Argi lari-lari lagi kepermainan awal Mandi Bola. Heran juga kok mainan kayak gini jadi favorit ya? Lucu kali ya rasanya nyemplung di bola warna-warni. Ato mungkin ada sensasi tersendiri yang bikin anak-anak seneng main disini, gak tau deh. Soalnya mainan kayak ginikan ada dimana-mana.
Puas main kita kelaperan. Cari makan deh. Masuk ek cafetarianya. Alamaakkk di stand sosis antriannya panjang banget. Laper banget dan haus banget. Minuman ketinggalan pula dimobil. Sebelnya lagi mo beli minum antri tiket dulu aduuhhh keburu pingsan atuh mang..Alhasil Bunda deh yang antri sosis (tadinya Ayah yang antri tapi diselak ibu-ibu mulu, jadi Ayah rada bete). Gak lama kok antrinya trus Bunda pesen Sosis ayam yang segede gajah (sumpah deh gede banget!), sosis keju (yang laris banget, Bunda sih ikut-ikutan aja soalnya yang antri didepan Bunda rata-rata order sosis keju ini, jadi penasaran) trus sosis Black Paper yang warnanya item aneh (ini juga penasaran). Semua dipanggang pake saos. Tunggu 15 menitan (kali ini giliran Ayah yang nunggu).
Dah 15 menit dateng deh Ayah dengan sosis yang di taro di semacam gelas aqua (yaahhh kok gini doang sih tampilannya ada yang agak lumayan ditaro di piring kertas aja) sempet kecewa, karena tampilannya gak cantik. Tapi karena laper yaa tetep kita sikat aja deh..
Ternyata sosisnya ruaarr biasa, enyak banget!! Apalagi yang keju terasa banget enaknya. Dagingnya top, keju didalemnya juga top. Tapi kalo yang Black paper gak recomended deh, gak enyakk huwwekkk!! Kebanyakan ladanya, yang jelas kita sekeluarga gak doyan. Mungkin yang seneng lada pait-pait gitu seneng kali ya?
Dah deh, after ber sosis-sosisan sampe enek kita sekeluarga cari oleh-oleh. Beli sosis keju untuk Eyang dan Akas (yang di kasih oleh-oleh soalnya mahal juga euyy) dan untuk mas Arka dan dede Argi. Masnya doyan banget sama sosis ini (iyaa laa dia emang sosis minded pa lagi isi keju, surga dunia daahhh). Secara kita semua udah kelenger sampe nyaris enek karena makan sosis yang gede-gede (1 juga udah kenyang loohh) eeee mas Arka malah nambah-nambah!! Saluttt...
Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 21.51 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Sindang Reret Ciwidey


Setelah dari rumah sosis kita jalan-jalan ke Ciwidey trus nginep deh di Sindang Reret. Makasih ya om Toni karena adeknya om udah bantuin kita booking kamer. Bisa dapet kamer yang enak deket sawah-sawah dan depan kamer ada sungai kecilnya. Suara air sungai yang gemericip-gemericip itu kedengeran sampe ke kamer loohh.


Suasana sundanya terasa banget disini. Dinding-dindingnya dari bambu, nyaman terasa jadinya. Serasa ada di desa jaman dulu.


Pertama Arka cek kamer mandinya. Pas liat ada bathtub waahhh rusuh deh ingin cepet-cepet mandi.
Ya sud, akhirnya du bocah jagoan ini buka baju dan nyemplung kedalem bak mandi. Ha..ha.. lama banget berendemnya, sampe-sampe seisi kamer mandi basah semua.
Selesai mandi liat tivi sebentar trus jalan-jalan ke saung-saung di sawah depan kamer. Sayang waktu itu hujan jadi gak bisa foto-foto yang bagus.





Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 13.46 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Jumat, 21 Maret 2008

Liburan di Yogya

Liburan panjang bulan Maret ini kita sekeluarga pergi ke Yogyakarta. Sudah beli tiket kereta api dari bulan Februari loohh. Arka dan Argi seneng banget naik kereta, apalagi waktu lewat terowongan panjang yang gelap wahh, heboh banget deh! Dikereta Arka sibuk ngitungin palang-palang kereta dijalan tapi begitu pemandangannya sawah-sawah Arka dan Argi tidur deh. Di Yogya nginep di SKIP deket UGM. Ada rumah yang disewain gitu deh aduh, lupa namanya apa rumah Guess House ato apa gitu. Tapi rumah itu bekas rumah dosen yang udah pensiun jadi oleh pihak UGM disewain.
Rumahnya gede dan bersih. Ada 3 kamernya ber AC semua. Kamar mandinya model lama tapi bersih jadi enak tingal disitu serasa rumah sendiri. Ada penjaganyanya juga dan ada tukang masaknya. Sewa satu rumah 350 rb, kalo sau kamer 125-175 rb gitu deh. Untuk pembantu ada kamer khusus tarifnya 70 rb. Murahkan? Dapet sarapan lengkap lagi, nasi goreng plus lauk-pauk lengkap yang enyaakkkk banget -iya laa tukang masaknya pinter- sambelnya hmmmm nendang banget deh.
Sudah cerita tempat nginepnya sekarang jalan-jalannya.
Di Yogya kita jalan-jalan ke candi Borobudur. Jauh juga ya tempatnya. Untung ada kmobil kereta yang bawa kita ke depan pintu Candi jadinya gak terlalu ngos-ngosan. Arka semangat banget mo naik ke Stupa paling tinggi. Padahal cuaca walopun mendung tetep aja terasa panas. Bunda hampir nyerah tapi liat anak-anak semangat banget ya wes Bunda juga harus semangat dooong..

Habis dari Borobudur laper banget, kita mampir di tempat makan yang ada view sawahnya, jadi kita makan di saung-saung. Enak makanannya. Ada gurame goreng, Arka lahap banget makan disini.
Makan Gudeg hayoo, makan ayam goreng hayyoo kayaknya Arka kalo tinggal di Yogya bisa gemuk nii, makanannya cocok.





Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 13.36 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Senin, 26 November 2007

Trainz Cafe

Akhirnya jadi juga kita sekeluarga ke Trainz Cafe yang tersohor itu. Arka sudah semngat 45 deh waktu Ayahnya bilang kita mau ke tempat yang banyak kereta apinya. Sampe di ITC Cempaka Mas parkir masih kosong. Sampe di Trainz Cafe bener deh Arka kayak yang mau loncat-loncat gitu kegirangan. Gak ngedip ngeliatin kereta kecil-kecil itu bolak-balik. 'Itu Bunda dateng lagi kereta barangnya, lihat ayahh ada terowongannya! Dede ada air terjunnya' wah, wah kayak ada di surga deh disini buat Arka. Alhamdulillah.. Gak sia-sia jauh-jauh kesini, anak bahagia orang tua dapet pahala kan? Amin.
Kalo makanannya yaa harganya standar mall cuman yaa kurang berani bumbu aja, jadi rasanya yaaa hmm.. biasaaaaa banget. Gak cocok lah kalo untuk wisata kuliner. Tadi tuh pesen nasi goreng, mie goreng dan burger. Mienya dari beras jadi alot bo!
Tapi untuk penggemar kereta api seperti Arka mah, ngeliatin kereta-kereta itu bolak-balik aja udah kenyang kalee. Beneran deh, makan disini cuman sesuap dua suap selebihnya melototin jalannya kereta api. Aduuhhh ampun deyy.

Tempatnya gak terlalu besar, hanya ada 6 meja mungkin ya di tempat kereta api. Tapi emang panorama kereta apinya bagus banget (duh, apa ya istilahnya, bukan panorama, apaa gitu deh.., ngertikan maksudnya?)
Relnya mirip banget sama rel asli plus kerikil-kerikil kecilnya. jembatannya, palang keretanya semua mirip asli. Pokoknya hebat deh. Iseng-iseng tanya berapa harga satu setnya. Hah, paling murah 3 jt euyyy....
Makasih deh wassalam. He..he..he..
Nanti aja yaa mas kalo emang kamu hobbi Ayah dan Bunda sampe sini aja ng'dukung hobbi kamu kalo mau beli yang beginian kalo kamu sudah bisa cari uang sendiri dan berlebih. Amin.
(yaa iyaa laa duit segitu bisa untuk uang pangkal masuk SD kalee...)












Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 15.30 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda

Selasa, 16 Oktober 2007

Rumah Mertua

Main ke hotelnya Aubrey waktu di Yogya, nama Hotelnya Rumah Mertua. Asiik banget tempatnya. Nyaman dan enak. Banyakan orang asing sih yang nginep disini. Ada kolam renangnya. Sayangnya kolam renang ini agak dalem sekitar 1 meteran kali yaa jadi anak-anak harus ditunguin kalo berenang. Gak ada yang khusus buat anak-anak.
Arka seneng nih berenang disini bareng sepupu-sepupunya. Walopun awal-awalnya cuman duduk dipinggir aja tapi lama-lama mau juga dia digendong ayah masuk ketempat dalem. Kalo dede Arginya heboh banget, baru sampe depan resepsionist udah mo buka baju "enang dede mo enang.." sambil celananya di pelorotin. Ha..ha..ha...








Diposting oleh Keluarga Kecil Hidayat di 14.10 Tidak ada komentar:
Label: Ulasan Bunda
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.

♥ me on facebook ♥

Daisypath Friendship tickers

Blog Design by Gisele Jaquenod

Work under CC License

Creative Commons License